Author: huda
-
Kehidupan di antara Rimbunnya Hutan
Oleh: Naila IffaNur Faizza Tempatku memang terpencil, hamparan pepohonan yang meluas bak samudra. Kicauan burung-burung yang saling bersahutan. Raungan binatang yang memecahkan gendang telinga. Hanya ada jalan setapak yang mungkin jarang dilalui oleh orang. Inilah keadaan hutan sekitar tempat tinggalku yang sebenarnya. Lasmaya, gadis berparas cantik bak bidadari itu, hidup sebatang kara bersama adiknya, Abinaya.…
-

Rayakan Kelulusan,270 Siswa Akhir MA Al Islam Joresan adakan Sujud Syukur.
Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Masjid Ibadus Sholihin Al Islam Joresan pada Senin, 4 Mei 2026. Sebanyak 270 siswa kelas akhir berkumpul untuk bersimpuh dalam Sujud Syukur berjamaah, sebuah bentuk selebrasi spiritual atas tuntasnya masa studi mereka serta wujud syukur atas nikmat kelulusan tahun ajaran 2025/2026. Momentum kelulusan tahun ini terasa kian istimewa berkat…
-
Kupu Biru Ibu
Oleh: Levin Elsada Inggara Pagi itu, langit berwarna pucat. Matahari seolah ragu menembus kabut tipis menggantung di halaman rumah, Agrira Vindyasa yang akrab disapa Asa kini 17 tahun usianya. duduk di tepi ranjang, menatap jendela yang basah oleh embun. Suara ayam dari pekarangan tetangga terdengar samar, bercampur desir dedaunan yang disentuh angin. Ia menghela nafas…
-
Mengukir Prestasi, Menjemput Masa Depan: Kelulusan 270 Santri MA Al Islam Joresan 2025/2026.
Senin, 4 Mei 2026 menjadi momentum bersejarah bagi keluarga besar MA Al Islam Joresan. Bertempat di serambi Masjid Ibadus Sholihin, suasana khidmat menyelimuti pengumuman kelulusan 270 siswa akhir tahun pelajaran 2025/2026. Momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan gerbang awal bagi para santri untuk melangkah ke jenjang pengabdian dan pendidikan yang lebih tinggi. Rangkaian acara dibuka…
-

Menuju 60 Tahun Al Islam: Mengukir Jejak di Kanvas Digital.
Catatan Kecil Al-Faqir: Imron Ahmadi. Menapaki Mei 2026, kita berdiri di atas sebuah garis waktu yang istimewa. Enam puluh tahun bukanlah sekadar deretan angka, melainkan perjalanan panjang sebuah khidmat yang tak terputus. Terhitung sejak tahun 1966, Al Islam telah melintasi berbagai zaman, menjadi saksi bisu perubahan generasi, dan tetap tegak menjadi oase bagi mereka yang…
-
Takdir di Ujung Perang
Oleh: Tabina Nabahatul Wasyfa Di sebuah kerajaan bernama Pulau Merak, hidup seorang putri bernama Dewi Arunika. Ia dipuja karena kecantikan dan kecerdasannya, tapi jauh di lubuk hatinya, ia merasa terpenjara oleh takdir yang sudah ditentukan sejak lahir. Pertunangannya dengan Pangeran Aditya dari Kerajaan Sari—yang diatur demi aliansi politik—hanya menambah beban hidupnya. Suatu hari, Arunika pergi…
-

“Setiap Masa Ada Tokohnya dan Setiap Tokoh Ada Masanya”: pesan Motivatif saat pengarahan kelas V.
Sebuah kalimat filosofis dan penuh motivasi “Setiap masa ada tokohnya, dan setiap tokoh ada masanya.” Disampaikan Untuk menggerakkan jiwa kelas V Al Islam Joresan yang saat ini memegang tampuk organisasi santri. Bertempat di Aula Ibnu Hajar Lantai II pada Selasa, 28 April 2026, Ungkapan ini disampaikan di hadapan santri kelas V oleh Kepala Madrasah…
-
Pulang ke Pelukanmu
Oleh: Az-zahra Eka Yuliana Namanya juga hidup, kalau nggak ada masalah ya, nggak bervariasi. Tapi kamu pernah ngga, ngerasain gimana rasanya disayang sosok Ayah? Pagi ini benar-benar segar suara burung bernyanyi memberi alunan pada bumi. Angin pagi ini membuat tumbuhan menari-nari akibat mendengar alunan dari para burung. Matahari tersenyum memancarkan cahayanya begitu cerah, hingga menyorot…
-

Panggilan Baitullah di Usia Belia: Jamaah termuda Kakak Beradik siswa MA Al Islam Joresan menuju Tanah Suci.
Di tengah hiruk-pikuk persiapan keberangkatan 565 jamaah haji Kabupaten Ponorogo tahun 2026, terselip sebuah kisah inspiratif tentang kesabaran dan niat suci yang telah dipupuk belasan tahun lamanya. Tahun ini, perhatian publik tertuju pada sosok Tsurayya Ufairotum- marwa, remaja usia 15 tahun siswi kelas X (Kelas IV A) MA Al Islam Joresan yang tercatat sebagai jamaah…
-
Rapuh Tak Kunjung Sembuh
Oleh:Ahda Yulia Maghdalena Sore yang indah selalu saja menghadirkan senja diselanya. Warna orange itu membuatnya tenang dan merasakan ketenangan jiwa yang telah lama dinanti. Seperti biasanya seorang gadis duduk di ayunan tempatnya bercerita dan menangis merintih pada Tuhan. Sinar senja yang menyilaukan membuatnya menutup mata perlahan. Merasakan dinginnya hembusan angin yang terus saja mengelus lembut…