
Senin, 4 Mei 2026 menjadi momentum bersejarah bagi keluarga besar MA Al Islam Joresan. Bertempat di serambi Masjid Ibadus Sholihin, suasana khidmat menyelimuti pengumuman kelulusan 270 siswa akhir tahun pelajaran 2025/2026. Momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan gerbang awal bagi para santri untuk melangkah ke jenjang pengabdian dan pendidikan yang lebih tinggi.
Rangkaian acara dibuka dengan pengarahan dan pesan motivatif dari Kepala Madrasah, disusul dengan Sujud Syukur yang dipimpin langsung oleh para Masyayikh Pondok. Aktivitas ini menegaskan bahwa keberhasilan akademik harus selalu dibarengi dengan kerendahan hati dan spiritualitas yang kokoh. Selain itu, para siswa juga menerima penjelasan detail mengenai persiapan Tasyakuran Khotaman Wada’ sebagai puncak perpisahan mereka.
Sesuai dengan POS UM Kementerian Agama Tahun 2026, pengumuman ini dilakukan serentak di seluruh Madrasah Aliyah se-Indonesia. Namun bagi MA Al Islam Joresan, kelulusan adalah buah dari proses panjang dan ketat yang meliputi keaktifan belajar selama tiga tahun, ketuntasan Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta seluruh rangkaian ujian akhir (UMBK). Tak hanya sisi kognitif, integritas karakter siswa juga menjadi standar utama yang ditentukan oleh madrasah.
Penetapan kelulusan dilakukan melalui mekanisme yang terukur dan kolektif.
- Proses dimulai dengan sidang internal madrasah pada 29 April 2026 yang melibatkan jajaran pimpinan, wali kelas VI dan guru Bimbingan Konseling.

- Sidang Pleno di tingkat KKMA 1 Ponorogo. Sidang pada 30 April 2026 ini dihadiri oleh Pengawas Pembina madrasah dari Kemenag kabupaten Ponorogo serta seluruh Kepala Madrasah Aliyah se-Ponorogo untuk memastikan validitas hasil sesuai standar regulasi nasional.

Keberhasilan tahun ini semakin manis dengan catatan prestasi yang membanggakan. Hingga pengumuman ini dirilis, sebanyak 15 siswa telah dinyatakan lolos melalui jalur SNBP, disusul oleh 2 siswa yang berhasil menembus Poltekkes Kemenkes RI. Prestasi luar biasa juga ditunjukkan dengan 140 siswa yang diterima melalui jalur SPAN-PTKIN di berbagai universitas keagamaan negeri.
Perjuangan belum usai, karena saat ini masih terdapat 48 siswa yang tengah berjuang dalam seleksi UTBK-SNBT untuk memperebutkan kursi di berbagai Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia. Selain jalur akademik formal, banyak pula lulusan tahun ini yang memilih untuk tetap menjaga tradisi keilmuan dengan melanjutkan studi mereka ke berbagai Pondok Pesantren Salafiyah.
Pesan Kepala Madrasah
Bapak Imron Ahmadi, selaku Kepala MA Al Islam Joresan, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan para santri.
”Congratulations on graduating. The future begins here. Kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan titik awal perjuangan yang sesungguhnya. Bawalah nama baik dan nilai-nilai luhur almamater di mana pun kalian melangkah,” ungkap beliau dengan bangga.
Selamat kepada seluruh siswa akhir. Teruslah menyala, menjadi cahaya bagi agama, bangsa, dan negara.
Leave a Reply