Memasuki Tahun Pelajaran Baru, MA Al Islam Joresan Gandeng Pascasarjana UIN Ponorogo Gelar Workshop Modul Ajar Berbasis Deep Learning dan KBC.

Menyambut tahun pelajaran baru dengan semangat transformasi mutu pendidikan, MA Al Islam Joresan berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kompetensi pedagogis para pendidiknya. Pada hari Sabtu dan Ahad, 11–12 Juli 2026, bertempat di Aula Ibnu Hajar Lantai II, MA Al Islam Joresan bekerja sama dengan Pascasarjana UIN Ponorogo sukses menyelenggarakan Workshop Penyusunan Modul Ajar.

Workshop intensif ini diikuti oleh 75 guru MA Al Islam Joresan yang siap menyongsong tantangan pembelajaran di era digital dengan kesiapan perangkat yang matang.

Sinergi Akademis dan Penguatan Kurikulum Lokal ini menghadirkan pakar pendidikan yang kompeten di bidangnya, bertindak sebagai narasumber utama adalah Dr. Basuki, M.Ag., yang merupakan Ketua Program Studi Doktoral Studi Islam UIN Ponorogo. Untuk memastikan implementasi penyusunan modul berjalan secara aplikatif, para peserta didampingi secara intensif oleh tim ahli pascasarjana:

  1. Dr. Wildan Nafii, M.Pd.I.
  2. Dr. Muhammad Muklis Huda, M.Pd.
  3. Muklas Habibi, M.Pd.

Menariknya, materi workshop ini tidak hanya berfokus pada mata pelajaran umum yang ada dalam kurikulum nasional. Para guru juga dibimbing secara khusus untuk menyusun modul ajar pada Mata Pelajaran Muatan Lokal (Mulok) khas madrasah. Hal ini dilakukan agar nilai-nilai luhur, tradisi kepesantrenan, dan keunggulan institusional MA Al Islam Joresan tetap terjaga kokoh dan terintegrasi secara sistematis dalam ruang kelas.

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Aliyah Al Islam Joresan, Imron Ahmadi, S.Ag., menekankan pentingnya kesiapan mental dan administrasi guru sebelum melangkah ke tahun pelajaran baru.”Modul ajar bukanlah sekadar tumpukan kertas administratif pemenuh syarat regulasi. Ia adalah peta jalan (road map) seorang guru dalam menuntun potensi spiritual dan intelektual santri. Melalui workshop ini, kita ingin memastikan setiap guru di MA Al Islam mengajar dengan perencanaan yang matang, berbasis riset, namun tetap menyentuh hati para siswa,” ujar Beliau di hadapan seluruh peserta.

Fokus utama dari workshop dua hari ini adalah menyelaraskan pendekatan pembelajaran modern dengan nilai-nilai filosofis madrasah. Para guru diajak untuk mengorelasikan konsep Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) dan KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) ke dalam modul ajar yang mereka susun, lalu mengarahkannya pada pencapaian Visi madrasah: BERKAH (Berprestasi, Edukatif, Religius, Kolaboratif, Adaptif, Humanis).

Hubungan filosofis dan praktis dari integrasi ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Deep Learning mewujudkan siswa yang Berprestasi, Edukatif, Adaptif.
  • Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) membentuk karakter Religius, Kolaboratif, dan Humanis.

Materi yang disampaikan oleh narasumber Antara lain:

  1. Orientasi pendekatan Deep learning dan KBC.
  2. Bedah Capaian Pembelajaran.
  3. Merumuskan Tujuan pembelajaran .
  4. Merumuskan ATP.
  5. Merumuskan KKTP.
  6. Penyusunan Modul Ajar.
  7. Penyusunan Instrumen asesmen formatif dsn Sumatif.

Melalui kerja sama strategis dengan Pascasarjana UIN Ponorogo ini, workshop tidak hanya berhenti pada pemaparan teori. Pada akhir sesi di hari Ahad, 75 guru MA Al Islam Joresan berhasil mematangkan draf modul ajar mereka, baik untuk mapel umum maupun mulok, yang siap diimplementasikan langsung mulai pekan pertama masuk sekolah.

Dengan kesiapan perangkat ajar yang transformatif dan berbasis nilai-nilai kasih sayang ini, MA Al Islam Joresan siap menyambut para santri di tahun pelajaran baru untuk bersama-sama melaju dalam prestasi yang berkah.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *