KIAT SUKSES BELAJAR DI AL-ISLAM JORESAN. (Amanat Kepala MA Al-Islam Joresan Ponorogo dalam Khutbahul ‘Arsy).

PENDAHULUAN: MEMAHAMI RAHIM PENDIDIKAN AL ISLAM.

A. Apa itu Kurikulum?
Secara singkat, kurikulum adalah perangkat program pendidikan dan dinamika kegiatan yang dirancang secara sistematis sebagai pedoman dalam proses belajar mengajar guna mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Namun, di Pondok Pesantren Al Islam Joresan, makna kurikulum melampaui sekadar lembaran teks dan buku pelajaran. Kurikulum bukan sekadar apa yang tertulis di buku teks, melainkan seluruh totalitas pengalaman hidup yang dialami oleh santri selama menuntut ilmu.

Seluruh sudut pondok, dinamika harian, hingga aturan ketat yang dijalani adalah media pendidikan yang tak terpisahkan.

B. Keunikan Kurikulum Al Islam.
Kurikulum di Pondok Pesantren Al Islam Joresan memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dengan pondok pesantren lainnya. Kita mengenalnya dengan sebutan “Kurikulum Al Islam”.

Kurikulum ini merupakan integrasi dinamis dari 3 unsur utama yang berjalan beriringan setiap waktu:

  1. Kurikulum Kebijakan Pemerintah:
    Bersifat dinamis, adaptif, dan relevan terhadap perkembangan zaman (seperti regulasi madrasah/kementerian terkait) guna menjaga mutu akademis formal.
  2. Kurikulum Pondok Modern:
    Menitikberatkan pada pembentukan kedisiplinan, penguasaan bahasa asing secara aktif (Arab & Inggris), serta pelatihan kepemimpinan dan keorganisasian santri.
  3. Kurikulum Pondok Salafiyah:
    Menjaga tradisi keilmuan Islam klasik melalui kajian kitab-kitab kuning (tafaqquh fiddin), penempaan akhlakul karimah, serta penguatan spiritualitas.

Melihat integrasi tiga unsur yang amat padat tersebut, muncul pertanyaan di benak santri: “Berat juga ya belajar di Al Islam?”

Harus diakui jujur bahwa amanah keilmuan di sini memang padat. Namun, bagaimana agar kita bisa belajar dengan sukses, berkah, dan sempurna sampai menyelesaikan studi di Kelas VI?

5 KIAT SUKSES BELAJAR DI AL ISLAM JORESAN.
Untuk meraih kesuksesan lahir dan batin hingga lulus Kelas VI, setiap santri wajib menancapkan dan mengamalkan 5 kiat utama berikut:

KIAT 1: DITATA DAN DIPERBARUI NIATNYA (Tajdidun Niyah).
Segala sesuatu bermula dari hati (heart), dipikirkan dalam otak (head), dan dikerjakan secara nyata dengan tangan (hand). Niat yang lurus dan kokoh akan melahirkan energi belajar yang tidak ada habisnya.
Rasulullah SAW bersabda:
إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ…
“Sesungguhnya setiap amalan itu bergantung pada niatnya…” (HR. Bukhari & Muslim)
Tanyakan pada diri kita masing-masing setiap hari: “Apa yang kucari di Al Islam?”
Jawabannya adalah: ILMU DAN PENDIDIKAN.
a) ILMU / Pengetahuan (Knowledge):
Prinsip dasar kita adalah Tholabul Ilmi lil Ibadah (Menuntut ilmu sebagai sarana beribadah kepada Allah SWT).
Ingat firman Allah SWT:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat: 56)
Nabi Muhammad SAW mempertegas kewajiban ini:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Ibn Majah).
Renungan Peningkat Semangat:
لَوْلَا العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالبَهَائِمِ
“Seandainya tidak ada ilmu, niscaya manusia itu akan seperti binatang.”
b) PENDIDIKAN (Character & Environment):
Semua warga pondok harus menyadari bahwa semua yang ada di pondok ini adalah PENDIDIKAN.
Di Al Islam ini: APA YANG KAU LIHAT, APA YANG KAU DENGAR, APA YANG KAU RASAKAN ADALAH PENDIDIKAN.

KIAT 2: MASUKLAH KE AL ISLAM SEPENUHNYA (Kaffah).
Sikap setengah-setengah hanya akan melahirkan kejenuhan, keraguan, dan kegagalan. Menjadi santri Al Islam harus totalitas.
Prinsip Utama: Masuklah dhohiron wa bathinan (lahir dan batin).
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً…
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan…” (QS. Al-Baqarah: 208).
Semboyan juang santri Al Islam: “Bondo, bahu, pikir, lek perlu sak nyawane” (Mengorbankan harta, tenaga, pikiran, bahkan jiwa jika diperlukan demi menegakkan agama dan ilmu).
مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ
“Barangsiapa keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia kembali.” (HR. Tirmidzi).
Langkah Totalitas di Pondok:
a) Lupakan tempat belajar masa lalu: Jangan dibanding-bandingkan dengan sekolah terdahulu.
b) Fokus penuh pada medan penempaan saat ini. Fokus dan setialah pada sistem: Jalani dan hayati seluruh tata tertib dan dinamika yang dijalankan di pondok.
c) Kenali Al Islam secara Kaffah: Tak kenal maka tak cinta. Kenali secara mendalam apa yang ada di Al Islam ini:

  • Panca Jiwanya.
  • Panca Tujuannya.
  • Pimpinannya dan Asatidz/Asatidzah.
  • Patuhi jadwal waktu belajarnya.
  • Ikuti kegiatan ko-kurikuler dan ekstra kurikuler.
  • Mengenal tata lokasi hingga nama gedung-gedung di dalamnya.

KIAT 3: LANDASI BELAJAR DENGAN AKHLAKUL KARIMAH.
Ilmu tanpa akhlak laksana pohon tanpa buah, bahkan bisa menjadi fitnah bagi pemiliknya. Banyak orang pintar yang jatuh dan tidak diterima masyarakat hanya karena tidak menjaga adab. Akhlak adalah sopan santun, adab, karakter, dan attitude.
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)
Kaidah Para Ulama:
الأَدَبُ فَوْقَ العِلْمِ
“Adab itu posisinya di atas ilmu.”

4 Pilar Adab Santri:
a) Adab kepada Guru: Menghormati dan memuliakan mereka agar ilmunya berkah dan menyerap dalam jiwa. Ingat pepatah hikmah:
إِنَّ الْمُعَلِّمَ وَالطَّبِيْبَ كِلَاهُمَا # لَا يَنْصَحَانِ إِذَا هُمَا لَمْ يُكْرَمَا
“Sesungguhnya guru dan dokter, keduanya tidak akan memberikan nasihat/manfaat jika tidak dimuliakan.”
b) Adab kepada Sesama: Saling menyayangi antar teman, menghormati kakak kelas, dan menyayangi adik kelas. Sama sekali tidak boleh ada perundungan (bullying), pemalakan, kekerasan, atau tindakan merendahkan lainnya.
c) Adab kepada Orang Tua: Selalu mendoakan dan menjaga ridha mereka. Jangan pernah menyakiti hatinya:
فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ…
“Maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’…” (QS. Al-Isra: 23).
رِضَى اللهِ فِي رِضَى الْوَالِدَيْنِ
“Ridha Allah tergantung pada ridha kedua orang tua.” (HR. Tirmidzi)
d) Adab kepada Masyarakat: Menjaga nama baik almamater Pondok Pesantren Al Islam Joresan saat berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

KIAT 4: TAATI PERATURAN YANG ADA (Disiplin).
Disiplin adalah urat nadi kehidupan sebuah lembaga pendidikan Islam. Tanpa disiplin, keteraturan akan hancur dan iklim belajar akan terganggu.
a) Peraturan secara sistematis meliputi: Norma, Tata Tertib, Hukum, hingga Syariat.
b) Falsafah Peraturan: Peraturan dibuat untuk menjadi pagar pengaman dalam kehidupan sosial di pondok agar hak-hak semua santri terjaga. Peraturan dibuat untuk ditaati, bukan untuk dilanggar.
c) Kedisiplinan memang awalnya terasa sulit, berat, dan mengekang, tetapi mutlak harus dipaksakan hingga menjadi kebiasaan (habit).
Motto Kedisiplinan:
“Kita bisa karena terbiasa, Kita mampu karena ada mau, Kita Sukses karena ada proses.”
Disiplin yang harus diterapkan santri:

  1. Disiplin Ibadah dan Spiritual.
  2. Disiplin Akademik dalam KBM.
  3. Disiplin Waktu (Manajemen Waktu).
  4. Disiplin Perilaku dan Sosial.
  5. Disiplin Kebersihan dan Kerapian.

KIAT 5 : TERAMPIL DAN MANDIRI.
Kurikulum Al Islam yang kaya dan padat menuntut santri untuk tidak pasif. Santri harus menjadi penggerak bagi dirinya sendiri.
Terampil: Berarti ulet, prigel, cekatan, dan sat-set (tangkas). Dengan banyaknya pelajaran di kurikulum Al Islam, santri dituntut terampil mengembangkan potensi diri secara kreatif.
Kata Mutiara Pondok:
“Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu.”
جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا
“Cobalah dan perhatikanlah, niscaya engkau akan menjadi orang yang tahu/paham.”
وَمَا اللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ
“Tidak ada kenikmatan melainkan setelah kepayahan/kesungguhan.”
Mandiri: Mampu melaksanakan tugas sendiri tanpa ketergantungan pada orang lain serta mampu mengembangkan wawasan secara otodidak.
اَلِاعْتِمَادُ عَلَى النَّفْسِ أَسَاسُ النَّجَاحِ
“Berdiri di atas kaki sendiri (kemandirian) adalah pangkal kesuksesan.”
مَنْ جَدَّ وَجَدَ
“Barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil.”
Gunakan dan maksimalkan sarana penunjang yang tersedia seperti Perpustakaan, Laboratorium Komputer, Laboratorium Bahasa, serta Laboratorium IPA sebagai sarana pengembangan diri secara mandiri dan berkelanjutan.

PENUTUP
InsyaAllah, apabila kelima kiat ini dilaksanakan dengan ikhlas, istiqamah, dan penuh ketulusan, para santri akan merasa nyaman, berkah, dan sukses dalam belajar di Pondok Pesantren Al Islam Joresan hingga lulus di Kelas VI.


Comments

One response to “KIAT SUKSES BELAJAR DI AL-ISLAM JORESAN. (Amanat Kepala MA Al-Islam Joresan Ponorogo dalam Khutbahul ‘Arsy).”

  1. Kang yan Avatar
    Kang yan

    Barokalloh, semoga apa yg dicita2kan Alloh Tidlo, Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *