
Hari ini menjadi saksi lahirnya sebuah identitas besar bagi 338 santri akhir Pondok Pesantren Al Islam. Dalam suasana khidmat yang menyelimuti kampus, Angkatan ke-55 resmi meluncurkan nama kebanggaan mereka: Visionary Generation.
Momentum peluncuran ini ditandai dengan prosesi foto bersama yang megah setelah santri akhir menyelesaikan kegiatan Amaliyatut tadris. Sebanyak 270 siswa jenjang MA dan 68 siswa jenjang SMK berdiri bahu-membahu bersama jajaran Pimpinan Pondok Pesantren Al Islam serta para Wali Kelas Akhir. Foto ini bukan sekadar dokumentasi, melainkan potret ketangguhan para calon alumni 2026 yang telah melewati berbagai badai perubahan.
Dalam pengantarnya yang menggugah, Ahsan Mahera, selaku Ketua Angkatan 55, membeberkan alasan mendalam di balik pemilihan nama Visionary Generation. Nama ini bukanlah sekadar istilah keren, melainkan refleksi dari perjalanan panjang yang tidak mudah.
”Kami adalah angkatan yang lahir dari ketidakpastian. Kami menamakan diri kami Visionary Generation karena sejak awal menapakkan kaki di Al Islam Joresan, kami sudah dipaksa untuk melihat jauh ke depan melampaui kabut rintangan yang ada,” ujar Ahsan Mahera.

Terdapat tiga tonggak sejarah yang membentuk karakter angkatan ini:
1.Saksi Sejarah Pandemi: Angkatan 55 memulai perjalanan mereka saat dunia—termasuk Indonesia—masih diterpa wabah Covid-19. Memulai masa santri di tengah pembatasan bukanlah hal mudah, namun justru di sanalah mentalitas “survivor” mereka terbentuk.
2.Transisi Kurikulum yang Signifikan: Di tengah upaya mencari ketenangan belajar, angkatan ini menjadi garda terdepan yang beradaptasi dengan perubahan kurikulum besar-besaran, dari Kurikulum 2013 menuju Kurikulum Merdeka. Kemampuan beradaptasi ini menjadi bukti bahwa mereka adalah generasi yang fleksibel namun tetap berprinsip.
3.Pilot Project TKA (Tes Kemampuan Akademik): Tidak berhenti di situ, Angkatan 55 juga terpilih sebagai pilot project pelaksanaan TKA yang datang secara mendadak. Tantangan akademik ini menuntut mereka untuk selalu siap sedia dalam kondisi apa pun.
Nama Visionary Generation membawa misi bahwa setiap santri harus memiliki “pandangan jauh ke depan” (visioner) agar tidak tergilas oleh zaman.
Menanam Visi di Joresan:
a. Segala kesulitan masa pandemi dan tantangan kurikulum adalah “benih” yang ditanam di tanah Joresan.
b. Menuai Peradaban di Masa Depan: Dengan bekal ketangguhan (resiliensi) tersebut, mereka dipersiapkan untuk menjadi pemimpin yang membangun peradaban baru di masa depan.
Kehadiran jajaran pimpinan pondok dan wali kelas dalam peluncuran nama ini memberikan restu bagi 338 santri untuk melangkah ke fase berikutnya. Meski dimulai dengan masker dan jarak sosial, Angkatan 55 kini berdiri rapat dalam satu barisan, siap mewarnai dunia dengan semangat “Al Islam Joresan”.
Selamat Berjuang, Visionary Generation!
Lulusan 2026: Tangguh karena sejarah, Visioner karena doa.

Leave a Reply