
Sebagai lembaga pendidikan yang konsisten menjaga mutu transmisi keilmuan, Pondok Al Islam Joresan kembali menyelenggarakan agenda akademik tahunan paling prestisius: Amaliyatut Tadris (Praktek Mengajar Terbimbing) Tahun 2026. Kegiatan ini secara resmi dibuka pada hari Senin, 26 Januari 2026, bertempat di pendopo pondok Al Islam Joresan.
”Genderang” pelaksanaan Amaliyatut tadris dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah Aliyah Al Islam Joresan, Bapak Imron Ahmadi,S.Ag yang bertindak mewakili Pimpinan Pondok karena ada kegiatan penyamaan langkah untuk musyrif -musyrifah Amaliyatut tadris yang harus dipimpin langsung oleh pimpinan pondok. Dalam sambutannya, kepala Madrasah membedah urgensi kompetensi Amaliyatut tadris bagi para santri akhir. Beliau menegaskan bahwa Amaliyatut Tadris adalah puncak dari integrasi kurikulum selama masa studi, di mana santri dituntut untuk mengonversi teori kependidikan menjadi sebuah praksis pengajaran yang efektif.
”Amaliyatut Tadris bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan sebuah event komprehensif atas kognitif, afektif, dan psikomotorik santri. Kita sedang mengupayakan lahirnya sosok Muallim yang tidak hanya menguasai materi secara tekstual, tetapi juga menguasai metodologi secara kontekstual,” papar beliau dalam sambutan pembukaan.
Guna melengkapi aspek spiritual dalam ikhtiar akademis ini, doa bersama dipandu oleh Kepala SMK Al Islam Joresan, Ust. Imam Haromain,S.Ag memohon agar proses dialektika ilmu di ruang kelas senantiasa dibimbing oleh nilai-nilai ilahiyah.



Pelaksanaan Amaliyatut Tadris yang berlangsung dari 26 Januari hingga 12 Februari 2026 ini disusun melalui tahapan sistematis untuk menjamin standarisasi output pendidik yang dihasilkan. Struktur kegiatan terbagi menjadi empat fase strategis:
- Pendalaman dan Pengarahan Umum:
Fase ini berfokus pada penguatan landasan filosofis dan etika profesi keguruan (akhlaqul muallim), serta pemahaman mendalam mengenai manajemen kelas oleh ust. Imam Mudhori,S.Pd.I. - Bimbingan Spesialisasi Mata Pelajaran:
Santri melakukan bimbingan intensif mengenai i’dad atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bersama dewan musyrif tiap bidang studi guna memastikan akurasi konten (content knowledge) yang akan disampaikan. - Pelaksanaan Kelompok Besar (kelinci percobaan):
Merupakan simulasi pengajaran kelompok besar atau yang sering disebut kelinci percobaan yang berfungsi sebagai media uji publik. Di sini, santri yang terpilih menjadi “kelinci percobaan” akan diukj dari sisi aspek retorika, penguasaan media, dan ketepatan metode dievaluasi secara tajam oleh para musyrif dan seluruh teman muntaqid.
4. Pelaksanaan Kelompok Kecil:
Tahap di mana seluruh santri akhir terjun langsung ke ruang kelas sesuai kelompok masing-masing untuk mengaplikasikan seluruh materi yang diampu sekaligus mengasah kepekaan sosial dalam menghadapi keragaman karakter peserta didik.
Melalui Amaliyatut Tadris 2026, yang diikuti oleh 270 santri pondok pesantren Al Islam Joresan dari jenjang Madrasah Aliyah dan 68 santri dari jenjang SMK berkomitmen menjawab tantangan kebutuhan pendidik masa depan. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren tetap menjadi garda terdepan dalam memproduksi kader-kader pendidik yang memiliki integritas keilmuan tinggi dan kemandirian dalam berdakwah.

Leave a Reply