
Mengawali kalender akademik semester genap tahun pelajaran 2025/2026, MA Al Islam Joresan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) serta Sosialisasi Raport Digital Madrasah (RDM) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026, bertempat di Aula Ibnu Hajar Lantai II, dengan diikuti oleh 81 peserta yang terdiri dari seluruh guru dan tenaga kependidikan (Tendik).
Kepala MA Al Islam Joresan, Imron Ahmadi, dalam sambutannya menekankan visi transformasi madrasah menuju DIGDAYA (Digitalisasi dalam Data dan Layanan). Beliau mengawali dengan penyampaian:
- Evaluasi TKA: Sebagai instrumen objektif untuk memotret tingkat keberhasilan pembelajaran di madrasah.
- Implementasi RDM: Kewajiban penggunaan Raport Digital Madrasah sebagai standar pelaporan hasil belajar yang transparan.
- Validitas Data Emis: Menjamin keakuratan data siswa sebagai jantung administrasi pusat.



Di samping itu ditekankan juga dari Sektor pengembangan kurikulum menjadi fokus strategis dalam rakor kali ini. MA Al Islam Joresan menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengintegrasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan pendekatan Deep Learning.
Kedua konsep ini memiliki korelasi yang sangat erat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas:
- Nilai Panca Cinta sebagai Fondasi:
KBC hadir melalui instrumen Panca Cinta (Cinta kepada Allah dan Rasul, Cinta Diri Sendiri, Cinta Sesama, Cinta Ilmu Pengetahuan, dan Cinta Lingkungan/Tanah Air). Nilai-nilai ini berperan sebagai pendorong motivasi intrinsik dan kesiapan emosional siswa. - Deep Learning sebagai Metodologi:
Ketika siswa sudah memiliki landasan “Cinta”, maka pendekatan Deep Learning dapat diimplementasikan secara optimal melalui: - Mindful Learning: Kesadaran penuh dalam belajar muncul karena adanya rasa cinta dan tanggung jawab kepada Allah dan diri sendiri.
- Meaningful Learning: Ilmu pengetahuan menjadi lebih bermakna ketika dikorelasikan dengan kemanfaatan bagi sesama dan lingkungan.
- Joyful Learning: Suasana belajar yang menyenangkan tercipta secara alami dari hubungan guru-murid yang harmonis berbasis kasih sayang.
Waka Kurikulum, Muh Syamsul Huda, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa korelasi ini dikolaborasikan secara harmonis dengan Kurikulum Lokal (Pondok). “KBC menyiapkan hati siswa, sementara Deep Learning mengasah kedalaman berpikir mereka. Dengan integrasi kurikulum pondok, kita mencetak generasi yang cerdas secara kognitif namun tetap kokoh dalam karakter pesantren,” ungkapnya.
Agenda rapat diakhiri dengan sesi teknis pengisian RDM seri terbaru. Selain untuk menyamakan visi antar-pendidik, sesi ini juga memberikan tutorial mendalam mengenai fitur-fitur mutakhir dalam RDM guna memastikan proses penilaian berjalan efektif, akuntabel, dan sesuai dengan standar digitalisasi madrasah.
Dengan sinergi antara manajemen data yang modern dan pendekatan pedagogi berbasis hati, MA Al Islam Joresan optimis dapat mewujudkan layanan pendidikan yang unggul dan bermartabat di semester genap ini.

Leave a Reply