
Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Baca Tulis Al-Qur’an (Diklat BTQ) bagi santri akhir Al Islam Joresan berlangsung dengan lancar dan sukses. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Senin hingga Kamis, 29–31 Desember 2025, dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta.
Sebanyak 270 santri tingkat Madrasah Aliyah (MA) dan 68 santri tingkat SMK mengikuti Diklat BTQ ini. Para peserta dibagi ke dalam empat kelompok guna memaksimalkan proses pembelajaran dan pendampingan. Diklat BTQ merupakan hasil kerja sama antara Al Islam Joresan dengan Tartila Center PC JQH NU Ponorogo, yang telah berjalan secara berkesinambungan selama tiga tahun terakhir.
Sebelum kegiatan ditutup, seluruh peserta mengikuti post test atau munaqosah sebagai bentuk evaluasi akhir untuk memastikan keberhasilan Diklat, khususnya dalam peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an sesuai kaidah tartil.


Pada acara penutupan, sambutan dari PC JQH NU Ponorogo disampaikan oleh KH. Yasin Ashari, S.Sos. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas komitmen Al Islam Joresan dalam menjaga dan mengembangkan tradisi pembelajaran Al-Qur’an.
Beliau menegaskan bahwa Diklat BTQ merupakan ikhtiar strategis dalam mencetak generasi Qur’ani yang mampu membaca dan mengajarkan Al-Qur’an dengan baik dan benar di tengah masyarakat.

Sambutan sekaligus penutupan resmi Diklat BTQ disampaikan oleh Kepala Madrasah MA Al Islam Joresan, Ust. Imron Ahmadi yang mewakili pimpinan pondok pesantren Al Islam Joresan.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan Diklat BTQ ini sejalan dengan visi madrasah “BERKAH” (Berprestasi, Edukatif, Religius, Kolaboratif, Adaptif, dan Humanis). Menurut beliau, penguatan baca tulis Al-Qur’an merupakan fondasi penting dalam membentuk santri yang religius, berprestasi, dan berakhlakul karimah.

Lebih lanjut, Ust. Imron Ahmadi menyampaikan bahwa proses pembelajaran yang terstruktur serta adanya munaqosah mencerminkan madrasah yang edukatif dan berorientasi pada mutu. Kerja sama dengan Tartila Center PC JQH NU Ponorogo menjadi wujud nyata nilai kolaboratif, sementara keberlangsungan program selama tiga tahun terakhir menunjukkan komitmen madrasah yang adaptif terhadap kebutuhan generasi santri. Beliau juga berharap para santri mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh dengan sikap humanis, menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Diklat BTQ diharapkan terus menjadi program unggulan Al Islam Joresan dalam mewujudkan generasi santri yang berkah ilmunya, kuat imannya, unggul prestasinya, serta siap berkontribusi di tengah masyarakat.

Leave a Reply